WebTech Interaktif XI RPL

JavaScript · Bab 1

Konsep Dasar & Sintaks Utama JavaScript

Peran JavaScript di web, cara menulis JavaScript di HTML, variabel, tipe data, operator, fungsi dasar, dan percabangan.

JavaScript adalah bahasa pemrograman yang membuat halaman web bisa bereaksi terhadap pengguna. HTML menyusun struktur halaman, CSS mengatur tampilan, sedangkan JavaScript menjalankan logika seperti menghitung nilai, memvalidasi form, mengganti teks, dan merespons klik tombol.

1.1 Integrasi JavaScript dalam Halaman Web

Kode JavaScript dapat ditulis dengan tiga cara utama:

  1. Internal JavaScript: kode ditulis langsung di dalam tag <script>. Biasanya diletakkan sebelum </body> agar elemen HTML sudah terbaca lebih dulu.
  2. Eksternal JavaScript: kode disimpan pada file .js, lalu dihubungkan dengan atribut src. Jika diletakkan di <head>, gunakan defer.
  3. Inline JavaScript: kode ditulis pada atribut event seperti onclick. Cara ini boleh dikenali, tetapi kurang disarankan untuk proyek yang mulai besar.
HTML + JavaScript

🧪 Coba ubah: ganti teks "JavaScript sudah aktif!" menjadi pesan lain, lalu jalankan kembali.

1.2 Variabel dan Scope

Variabel adalah wadah untuk menyimpan data. JavaScript modern memakai const untuk nilai yang tidak diganti, let untuk nilai yang berubah, dan menghindari var kecuali saat membaca kode lama.

KeywordScopeBisa diubah?Catatan
constBlock scopeTidak bisa reassignWajib diberi nilai awal. Isi array/objek masih bisa diubah.
letBlock scopeBisaCocok untuk nilai dinamis.
varFunction scopeBisaCara lama, dapat bocor keluar blok dan rawan bug.
JavaScript

🧪 Coba ubah: tambahkan skorPemain = skorPemain + 25; sebelum baris console.log("Skor: " + skorPemain);.

JavaScript

🧪 Coba ubah: ganti var skorLama menjadi let skorLama, lalu amati pesan error yang muncul.

1.3 Tipe Data dan Operator

JavaScript bersifat dynamically typed, artinya tipe data mengikuti nilai yang diberikan. Tipe data dasar yang sering dipakai adalah string, number, boolean, null, dan undefined.

Operator digunakan untuk menghitung, membandingkan, dan menggabungkan kondisi. Biasakan memakai operator perbandingan ketat === dan !== agar nilai dan tipe data ikut dibandingkan. Untuk logika, && berarti semua kondisi harus benar, sedangkan || berarti cukup salah satu kondisi benar.

JavaScript

🧪 Coba ubah: ganti nilaiTugas menjadi 60, lalu amati nilai lulus.

Type coercion (sering ditulis type coercion) terjadi saat JavaScript mengubah tipe data otomatis. Operator + akan menggabungkan teks jika salah satu operand berupa string, sedangkan operator seperti *, -, dan / berusaha mengubah string angka menjadi number.

JavaScript

🧪 Coba ubah: ganti x menjadi "10 siswa" dan lihat operasi mana yang menghasilkan NaN.

1.4 Fungsi Dasar

Fungsi membungkus beberapa baris kode agar bisa dipakai ulang. Fungsi dapat menerima parameter dan mengembalikan nilai dengan return. Selain deklarasi function, JavaScript modern juga mengenal arrow function, template literal, dan callback.

JavaScript

🧪 Coba ubah: panggil hitungRataRata(60, 70) dan lihat status yang tercetak.

JavaScript

🧪 Coba ubah: ubah callback forEach agar hanya mencetak nilai yang lebih besar dari 80.

1.5 Percabangan if, else if, dan switch

Percabangan membuat program memilih aksi berdasarkan kondisi. Gunakan if untuk kondisi yang fleksibel, dan switch saat membandingkan satu nilai terhadap beberapa pilihan tetap.

JavaScript

🧪 Coba ubah: ganti nilai menjadi 68 dan mode menjadi "terang".

Lanjut ke Lab Bab 1 →